Doni Salmanan masih eksis dan hidup enak, para korbannya meradang, tuntut ganti rugi
Kabar bebasnya Doni Salmanan dari penjara tidak disambut dengan tenang oleh semua pihak.
Justru, sebagian korban dari kasus investasi bodong yang pernah menyeret namanya masih menyimpan luka dan kekecewaan yang belum mereda.
Rasa tak terima itu kembali mencuat ke permukaan. Mereka menilai ada sesuatu yang ganjil dari kondisi setelah Doni kembali menghirup udara bebas.
Kehidupan suami Dinan Fajrina tetap berjalan dengan nyaman.
Bahkan, sebagian menyebut ia masih memiliki sumber penghasilan yang cukup besar.
Tak butuh waktu lama hingga muncul dugaan mengenai cara ia mendapatkan penghasilan baru. Semua berawal dari aktivitasnya yang kembali aktif di Instagram.
Ia terlihat mulai kembali membangun kehadiran digitalnya.
Doni pun membuka subscribe untuk pengikutnya agar bisa melihat postingannya secara eksklusif.
Setelah beberapa hari promosi, Doni kabarnya kini telah memiliki 6440 lebih subscriber.
Artinya Doni mendapatkan penghasilan Rp187 juta tiap bulannya dari subscribes Instagram saja.
"Doni salmanan setelah bebas buka fitur subscribe di ig perbulan Rp29.000. Sejauh ini yang join 6000-an orang, artinya dia dapet Rp186 jutaan perbulan dari sini aja. Enak ya jadi influencer???" tulis akun bardanslm.
Seperti diketahui, Doni Salmanan adalah terpidana kasus penipuan dan investasi bodong binary options Quotex.
Dalam kasus tersebut, Doni Salmanan divonis empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar oleh majelis hakim.
Doni lantas menempati Lapas Kelas IIA Narkotika Bandung sejak 9 Maret 2022.
Lalu pada 6 April 2026 pria bernama asli Doni Muhammad Taufik itu resmi menghirup udara bebas.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali mengungkap alasan Doni sudah dibebaskan.
Doni dianggap sudah memenuhi seluruh kewajiban hukumnya.
Doni juga sudah membayar denda atas kasusnya sebesar Rp1 miliar.
Selama mendekam di penjara, suami Dinan Fajrina itu dinilai berkelakuan baik.
Doni diketahui mendapatkan remisi 13 bulan 105 hari.
Kendati sudah bebas, Doni tetap wajib lapor sampai 30 Oktober 2029.
"Selama menjalani PB, yang bersangkutan wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan Bandung," kata Kusnali dilansir dari Kompas.com.
Para korban tak terima
Kini Doni Salmanan sudah bebas, para korbannya tak terima.
Para korban murka saat tahu Doni masih tetap kaya raya bahkan langsung punya penghasilan fantastis setelah keluar dari penjara.
Agi, salah satu korban investasi bodong Doni mengurai curhatan pilu.
Diungkap Agi, hidupnya hancur sejak ikut investasi Doni, tapi Doninya sendiri kini malah bebas dari penjara.
"Saya sendiri sebagai korban belum mendapat keadilan sepeserpun dari setelah kita berjuang bersama-sama, selama tiga tahun. Ini (Doni) sudah bebas, dan masih kaya. Sedangkan korban belum mendapatkan keadilan. Saya cukup kesal juga," ungkap Agi dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan insertlive, Senin (13/4/2026).
Akibat investasi bodong Doni, Agi langsung ditinggal sang istri.
Bahkan Agi terjerat hutang pada banyak pihak akibat Doni Salmanan.
"Saya tidak bisa menafkahi istri saya, tidak bisa memberi ya ada duit saya ngutang sana sini, ada developer segala macam, istri saya enggak kuat saat itu," pungkas Agi.
"Rumah sudah disita bank saat ini. Saya yang KPR itu 15 tahun sudah jalan 8 tahun, hidup saya aman-aman saja. Semenjak mengenal binary option ini, setelah kalah itu saya ada perasaan, saya dendam, saya inginnya membalasnya, saya ingin dapatnya dari situ aja, tapi ternyata tidak ada yang diuntungkan dari platform yang dia (Doni) kenalkan itu, sampai mengubah hidup orang seperti itu," sambungnya.
Setali tiga uang dengan Agi, Alfred yang merupakan korban investasi binary options Doni juga mengurai cerita yang mirip.
Alfred menyebut hukuman penjara selama empat tahun untuk Doni sebenarnya belum cukup.
Sebab para korbannya hingga kini masih hidup menderita.
"Empat tahun Doni di penjara itu sangat tidak cukup. Karena pertama, kita tidak mendapat keadilan, hak kita malahan disita negara. Dengan (ancaman penajra) delapan tahun (tapi Doni dipenjara) hanya empat tahun tapi dia masih tetap kaya," akui Alfred.
Dampak dari investasi bodong Doni, Alfred sampai menjual semua asetnya hingga berutang.
"Saya berhenti di 2022 Januari langsung berhenti kerja, hancur semua, sampai saya gadai rumah mau disita juga, sampai benar-benar hancur sehancurnya, semua motor saya jual, bapak saya sampai stres, rumah mau dilelang pihak bank," ujar Alfred.
Marah saat tahu Doni sudah bebas dan tetap kaya raya, Alfred kesal.
Alfred heran kenapa Doni bisa kembali mengakses akun Instagram-nya padahal dulu sempat disita pihak pengadilan.
Dari akun Instagram itulah kini Doni eksis hingga punya penghasilan fantastis.
"Kita tahu bahwa IG Doni semua itu sudah disita 2022, tapi ternyata bisa aktif kembali. Di situ ada fotonya Dinan dan Doni Salmanan," kata Alfred.
Ridwan, Ketua paguyuban korban Doni Salmanan juga menceritakan hal yang sama dengan Agi dan Alfred.
Diungkap Ridwan, gara-gara ulah Doni, banyak korban yang hidupnya hancur berantakan sampai sekarang.
"Sampai saat ini belum mendapat keadilan, selain di sisi ekonomi kita hancur, kerjaan kita hancur, banyak korban yang hingga saat ini dampaknya belum selesai. Jadi kami memang perorangan tapi di belakangnya ada banyak keluarga yang terdampak juga," ungkap Ridwan.
0 Response to "Doni Salmanan masih eksis dan hidup enak, para korbannya meradang, tuntut ganti rugi"
Posting Komentar