Pasang Iklan Gratis

Pegawai SPPG diduga parodikan korban keracunan MBG, tolak minta maaf: Aku merasa tidak punya salah

 Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wanita menjadi sorotan setelah video yang dibuatnya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, wanita yang diketahui merupakan pegawai SPPG itu diduga memparodikan kondisi seseorang setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Video tersebut beredar di media sosial pada Minggu (4/10/2026).

Aksinya menuai kritik dari warganet karena dinilai tidak pantas menjadikan isu keracunan MBG sebagai bahan candaan.

Sorotan semakin besar setelah sejumlah pihak mendesaknya untuk meminta maaf. Namun, dalam video klarifikasi yang beredar, wanita tersebut justru menyatakan tidak bersedia meminta maaf. Ia bahkan tertawa ketika membahas tuntutan permintaan maaf tersebut.

Pegawai SPPG Klaim Tak Bermaksud Mengejek

Dalam video klarifikasinya, wanita tersebut mempertanyakan alasan dirinya harus meminta maaf. Ia mengaku tidak merasa melakukan kesalahan maupun mengejek pihak tertentu melalui konten yang dibuat di akun media sosial pribadinya.

"Aku disuruh minta maaf dan aku merasa tidak punya salah ke siapapun. Kenapa aku disuruh minta maaf?" ujar wanita tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa video yang dibuatnya bukan ditujukan untuk mengejek korban maupun pihak tertentu.

"Pertama ini Instagram, Instagram aku dan aku enggak ada ngeledek apapun," katanya.

Menurut dia, konten tersebut justru dibuat untuk membantah anggapan bahwa program MBG merupakan sesuatu yang menakutkan.

"Justru aku malah ingin mematahkan statement di sosial media aku sendiri kalau MBG itu enggak seserem yang ditayangkan di sosial media yang digoreng," ujarnya.

Klaim Ingin Membuktikan MBG Tak Bermasalah Meski Dikonsumsi Lewat Batas Waktu

Wanita tersebut juga menjelaskan alasan dirinya membuat konten mengenai batas waktu konsumsi MBG. Ia mengklaim video itu dibuat untuk menunjukkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi melewati waktu yang telah ditentukan tidak otomatis menimbulkan masalah kesehatan.

Sebelumnya, dalam video yang viral, ia memperlihatkan dirinya seolah-olah baru mengonsumsi MBG setelah melewati batas waktu makan yang disebutkan.

"Aku baru makan MBG. Batas makannya 12," ucapnya dalam video tersebut.

Ia kemudian memperagakan kondisi setelah mengonsumsi makanan itu. Dalam video klarifikasinya, ia menegaskan kembali maksud konten tersebut.

"MBG yang dimakan di lewat jam itu tuh enggak bakal kena efek apa-apa," katanya.

Menurut dia, konten tersebut dibuat untuk memberikan gambaran kepada pengguna media sosial bahwa mengonsumsi MBG setelah waktu tertentu tidak selalu berarti akan langsung menimbulkan gangguan kesehatan.

"Padahal konten yang aku buat, SG yang aku buat di story aku sebelumnya itu justru aku enggak ngeledek sama sekali," ujarnya.

"Justru di situ aku ngasih tahu, ini loh," lanjutnya.

Tuai Kritik karena Dianggap Jadikan Isu Keracunan sebagai Candaan

Meski memberikan klarifikasi, video tersebut tetap menuai kritik. Sejumlah warganet menilai konten tersebut tidak tepat dibuat di tengah banyaknya pemberitaan mengenai dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program MBG.

Aksi memperagakan kondisi seseorang setelah mengonsumsi makanan dinilai dapat dianggap meremehkan pengalaman orang yang benar-benar mengalami gangguan kesehatan.

Terlebih, wanita tersebut diketahui bekerja di lingkungan SPPG yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan dalam program MBG.

Konten itu pun memunculkan desakan agar yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia tetap mempertahankan pendapat bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.

"Saya merasa tidak punya salah ke siapapun. Kenapa aku disuruh minta maaf?" tegasnya.



0 Response to "Pegawai SPPG diduga parodikan korban keracunan MBG, tolak minta maaf: Aku merasa tidak punya salah"

Posting Komentar