Korban dan pemilik aero modeling yang jatuh di Sukoharjo ternyata sama-sama dari UNS
Peristiwa aero modeling jatuh menimpa rumah warga di Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, ternyata mempertemukan dua pihak yang memiliki latar belakang sama.
Pemilik rumah, Ahmad Basuki, dan mahasiswa pemilik aero modeling tersebut sama-sama berasal dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
Aero modeling jenis fixed wing itu merupakan milik Team Bengawan UNS yang digunakan untuk mengikuti lomba robot terbang.
Sementara Ahmad Basuki menjadi korban setelah benda tersebut jatuh dan menghantam bagian atap rumahnya hingga rusak.
Kapolsek Mojolaban AKP Askolani Budiyanto mengatakan aero modeling tersebut digunakan oleh Team Bengawan UNS.
Tim tersebut terdiri dari mahasiswa UNS dan berada di bawah bimbingan seorang dosen.
“Pemilik aero modeling jenis fixed wing yaitu Team Bengawan dengan dosen pembimbing Dosen Iwan yang diketuai tim atas nama Asgia Fikri Mubarok dan lima teman lainnya. Alamat UNS. Didapati informasi aero modeling jenis fixed wing untuk lomba robot terbang,” kata Askolani, Sabtu (8/8/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (7/8/2026).
Saat itu, Sudarni Darmo Suwarto, tetangga Ahmad Basuki, sedang membersihkan halaman.
Tiba-tiba, Sudarni mendengar suara benturan sangat keras dari arah rumah Ahmad Basuki.
Setelah diperiksa, ia melihat kepulan asap muncul dari bagian belakang rumah.
Karena khawatir terjadi kebakaran, Sudarni kemudian memanggil dan mengetuk pintu rumah Ahmad Basuki.
Namun, tidak ada jawaban karena rumah tersebut dalam keadaan kosong.
Saksi kemudian menghubungi Ahmad Basuki untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Pemilik rumah lalu memberikan informasi mengenai lokasi penyimpanan kunci agar warga dapat masuk dan memeriksa sumber asap.
Setelah memperoleh kunci, Sudarni bersama sejumlah warga masuk ke dalam rumah.
Mereka mendapati sebuah benda menyerupai pesawat berukuran kecil dalam kondisi terbakar.
Warga langsung berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia.
Api dan asap berhasil dipadamkan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Pada saat Damkar sampai api sudah padam,” jelas Askolani.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Ahmad Basuki akhirnya tiba di rumahnya.
Ia kemudian mengetahui bagian rumahnya mengalami kerusakan akibat benda yang jatuh dari udara tersebut.
Bukan Pesawat Sungguhan
Polisi memastikan benda itu bukan pesawat sungguhan, melainkan aero modeling jenis fixed wing yang digunakan Team Bengawan UNS untuk keperluan lomba robot terbang.
Akibat kejadian tersebut, Ahmad Basuki mengalami kerugian sekitar Rp1 juta. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap rumah akibat tertimpa benda tersebut.
Meski mengalami kerugian, Ahmad Basuki disebut dapat menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.
Kejadian itu pun memiliki sisi menarik karena korban dan mahasiswa yang menjadi bagian dari tim pemilik aero modeling tersebut sama-sama berasal dari institusi pendidikan yang sama, yakni UNS.


0 Response to "Korban dan pemilik aero modeling yang jatuh di Sukoharjo ternyata sama-sama dari UNS"
Posting Komentar