Pasang Iklan Gratis

Tanggapi pernyataan Jusuf Kalla, Jokowi balas pakai kalimat sakti ini lagi setelah 3 tahun

 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan besar menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. 

Menanggapi hal ini, Presiden ke-7 RI Jokowi mengakui bahwa ia hanya orang kampung yang biasa-biasa saja.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi, saat ditemui di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo

Ucapan merendah ini bukanlah pertama kali terlontar dari Jokowi.

Sementara itu, pernyataan Jusuf Kalla ini terucap saat jumpa pers di kediaman yang bersangkutan

Awal Mula Jusuf Kalla Sering Bicarakan Jokowi

Mulanya, Jusuf Kalla meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah agar polemik ini segera selesai.

Namun, justru setelah itu ia dipolisikan gara-gara pernyataannya saat mengisi ceramah tarawih Ramadhan di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3/2026) lalu.

“Sudahlah, Pak Jokowi. Sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja. Timbulah sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Kenapa tidak kasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri. Saling memaki masyarakat 2 tahun,” ungkap Jusuf Kalla

Ia berpendapat sarannya ke Jokowi untuk menunjukkan ijazah semata-mata tak ubahnya seorang senior yang menasehati juniornya. Tidak ada maksud lain.

“Saya ingin kasih tahu sama anda. Saya wakilnya Pak Jokowi. Karena sudah selesai kita warga negara biasa. Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior saya nasehati,” tuturnya.

Jusuf Kalla diketahui dipolisikan oleh Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat dan sejumlah ormas lain.

Seperti telah diketahui, Sahat juga merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh putra bungsu Jokowi.

Singgung Lobi-lobi ke Megawati

Jusuf Kalla pun menegaskan bahwa dialah yang berperan penting dalam menjadikan Jokowi presiden.

Dialah yang melobi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memberikan restunya agar Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tanpa menjadi Gubernur, menurutnya mustahil Jokowi jadi presiden.

Ia pun secara spesifik menyebut termul, singkatan dari ternak mulyono. Sebutan ini sering dikaitkan dengan para simpatisan Jokowi.

“Siapa yang bawa ke Jakarta saya yang bawa ke Jakarta untuk jadi Gubernur. Saya yang bawa. Saya yang ke Bu Mega. Ibu ini terlalu baik orang PDIP. Ah jangan. Saya datang lagi. Akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur. Sehingga waktu dia jadi Gubernur setelah ke Bu Mega datang ke saya ucapan terimakasih. Apa kurangnya saya. Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi presiden,” jelas Jusuf Kalla.

Respons Jokowi Mirip Ucapannya pada 2023 Lalu

Sikap merendah Jokowi ini bukanlah kali pertama.

Momen itu terjadi menjelang hari ulang tahunnya yang jatuh pada Rabu, 21 Juni 2023.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merayakan ulang tahun sejak kecil.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat berada di Smelter Freeport, Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (20/6/2023).

Ia menyebut dirinya sebagai orang desa yang tidak memiliki kebiasaan merayakan hari kelahiran.

“Saya nggak pernah ulang tahun. Saya orang desa, sejak lahir sampai sekarang,” ujarnya kepada wartawan.

Untuk informasi, Jokowi lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjatmi.

Ia kemudian menikah dengan Iriana di Solo pada 1986 dan dikaruniai tiga anak, yakni Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep, serta tiga cucu.

Sebelum terjun ke dunia politik, Jokowi dikenal sebagai pengusaha mebel lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Karier politiknya dimulai saat menjadi Wali Kota Surakarta, lalu Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya menjabat Presiden RI sejak 2014 dan kembali terpilih pada 2019.

0 Response to "Tanggapi pernyataan Jusuf Kalla, Jokowi balas pakai kalimat sakti ini lagi setelah 3 tahun"

Posting Komentar